Faktor Penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja

Berita, Tips2 Dilihat
banner 468x60

Dabisnis.com – Faktor Penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja – Kecelakaan kerja merupakan suatu kejadian yang tidak diingankan oleh setiap pekerja. Tapi tahukah kalian, bahwa kecelakaan kerja pada dasarnya tidak terjadi secara kebetulan, malainkan ada sebabnya? Lalu apa saja hal yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja?

Ok untuk mengetahui hal tersebut kita harus tahu terlebih dahulu sebetulnya apa itu kecelakaan kerja?

banner 336x280

Pengertian Kecelakaan Kerja

World Health Organization (WHO)

WHO mendefinisikan kecelakaan sebagai suatu kejadian yang tidak dapat dipersiapkan penanggulangan sebelumnya sehingga menghasilkan cidera yang riil.

Menurut Undang – Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja

Kecelakaan Kerja adalah kecelakaan yang terjadi berhubung dengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja, dan pulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui.

Jadi kecelakaan kerja merupakan suatu kejadian yang tiba-tiba, tidak dikehendaki, tidak diharapkan dan peristiwa ini dapat mengakibatkan kematian, luka-luka, kerusakan benda maupun kerugian materil.

Pada dasarnya kecelakaan kerja dapat terjadi karena adanya  2 faktor yakni faktor teknis dan faktor non teknis.

1. Faktor Manusia

Pertama adalah faktor manusia. Faktor manusia disini bisa meliputi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, penggunan APD, masa kerja, perilaku (unsafe action), peraturan K3, dll.

Umur

Tahukan kalian bahwa umur menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan kerja? Kenapa bisa demikian?

Nyatanya umur seseorang itu akan mempengaruhi kondisi fisik, mental, kemampuan kerja dan rasa tanggung jawab seseorang.

Selain itu tingkat sensitifitas indra kita akan cenderung menurun, semakin bertambahnya usia. Karakteristik seperti penglihatan, pendengaran, kekuatan dan kecepatan reaksi tentunya merupakan hal yang sangat dibutuhkan ketika melakukan aktivitas kerja.

Jenis Kelamin

Berdasarkan karakteristik fisiknya jenis pekerjaan antara pria dan wanita akan berbeda. Simpelnya kamu bisa membayangkan jika wanita bekerja di konstruksi sebagai kuli bangunan, ataupun sebagai mekanik yang membutuhkan daya tahan fisik yang kuat. Dari sudut pandang praktis maka akan sangat mungkin terjadi kecelakaan kerja karena kekuatan fisik yang berbeda namun dengan beban tugas yang sama.

Jika dilihat secara anatomis, fisiologis, dan psikologis tubuh wanita dan pria memiliki perbedaan sehingga dibutuhkan penyesuaian-penyesuaian dalam beban dan kebijakan kerja, diantaranya yaitu hamil dan haid. Dua peristiwa alami wanita itu memerlukan penyesuaian kebijakan yang khusus.

Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan seseorang akan berpengaruh terhadap pola pikir dan sikap dalam melakukan suatu tindakan di dalam aktivitas kerja. Pengetahuan mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) juga merupakan sesuatu yang diajarkan melalui pendidikan.

Misalnya untuk membangun bangunan maka dibutuhkan orang dari teknik sipil yang telah mendapatkan pendidikan mengenai ilmu bahan, mekanika, gambar konstruksi, dll. Bayangkan jika dalam membuat jembatan ataupun jalan, mempekerjakan seseorang yang tidak pernah mendapatkan pendidikan seperti para sarjana teknik sipil, maka akan sangat mungkin dapat terjadi kecelakaan kerja baik selama proses ataupun sesudah proses pekerjaan dilakukan.

Masa Kerja

Masa kerja sangat erat kaitannya dengan pengalaman. Fresh graduate lebih mungkin mengalami kecelakaan kerja karena kurangnya pengalaman dan ketidaktahuan mengenai SOP yang berlaku di tempat kerja. Tapi seseorang dengan masa kerja yang cukup lama, bisa membuat seseorang cukup mudah untuk membaca situasi tempat kerja sehingga tindakan mereka sebisa mungkin akan mengarahkan mereka untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja.

Hal ini terjadi karena masa kerja akan membuat seseorang menjadi berkembang, baik itu secara kemampuan (ability), kompetensi, maupun skill dan soft skill yang dibutuhkan di tempat kerja.

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)

Tidak memakai APD yang sesuai ketika melakukan aktivitas kerja merupakan salah satu sumber penyebab terjadinya kecelakaan kerja. Gunakan APD sesuai dengan peruntukan nya! Kenapa harus sesuai peruntukannya?

Pekerja dalam dunia teknik menuntut dipatuhinya SOP dan penggunaan APD. Hal ini erat kaitannya untuk melindungi setiap tenaga kerja untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. APD tidak secara sempurna dapat melindungi tubuh, tetapi akan dapat mengurangi tingkat keparahan yang mungkin terjadi.

Ok misalnya ketika kamu mengoprasikan benda berputar, alat pelindung diri seperti sarung tangan kain justru tidak boleh digunakan, penggunaan sarung tangan akan menjadi potensi terjadinya kecelakaan kerja. Namun pada kondisi lain, ketika sedang mengangkat benda ataupun kontak dengan bahan kimia, sarung tangan adalah APD yang wajib untuk digunakan.

Prilaku

Variabel perilaku adalah salah satu di antara faktor individual yang mempengaruhi tingkat kecelakaan. Sikap terhadap kondisi kerja, kecelakaan dan praktik kerja yang aman bisa menjadi hal yang penting karena ternyata lebih banyak persoalan yang disebabkan oleh pekerja yang ceroboh dibandingkan dengan mesin-mesin atau karena ketidakpedulian karyawan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *