Mesin Uang Dari Usaha Pertanian

Ekonomi140 Dilihat
banner 468x60

Mesin Uang Dari Usaha Pertanian

Pertanian konon merupakan jenis usaha yang tidak menarik. Hasil keuntungan yang diperoleh kecil, siklus usahanya lama, dan biaya produksi dan tenaga kerja yang diperlukan sangat besar.

Belum lagi produk yang dihasilkan mudah rusak, harga sering jatuh dan kurang menjanjikan serta pasar yang tidak mudah dikendalikan.

banner 336x280

Namun jika usaha pertanian dikelola dengan kreatifitas yang tinggi penuh inovatif, agribisnis dapat menjadi solusi sumber penghasilan bagi para petani yang sebagian besar tinggal di pedesaan.

Dengan meningkatkan kreatifitas dan pengetahuan teknis budidaya tanaman yang memadai, pengetahuan pasar yang mumpuni, maka usaha di bidang pertanian juga dapat menjadi mesin uang.

Lely Ambarwati, wanita asal Yogyakarta ini kini sangat percaya diri menjadi petani. Jika dahulu profesi menjadi petani tidak pernah terbersit sekalipun dalam benaknya, kini justru ia menikmatinya.

Kebun seluas 5000 meter persegi yang berada di Kawasan Kulon Progo, Yogyakarta ini kini ia sulap menjadi mesin uang yang menghasilkan pendapatan setiap minggu, bahkan juga setiap hari.

Ia telah menemukan jurus ampuh bagaimana sebagai petani bisa berpenghasilan tetap terus setiap bulannya, setiap minggu, bahkan setiap harinya jika dilakukan dengan strategi dan teknik yang ampuh untuk menjalankannya.

Teknik ini bernama Teknik Usaha Tumpang Sari untuk budidaya produk hortikultura. Ia menyebutnya Tumpang Sari Extreme.

Kenapa ia menyebutnya extreme karena apa yang ia lakukan mungkin menentang arus bagi sebagian Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan pera petani pada umumnya.

Tumpang sari adalah penanaman dua tanaman atau lebih secara bersamaan, dengan satu interval waktu yang singkat pada sebidang tanah yang sama. Tumpang sari dapat dilakukan pada tanaman tahunan dan tanaman semusim.

Lely Ambarwati melakukan budidaya Pepaya California dan melakukan tumpangsari dengan budidaya cabe rawit. Dengan cara tumpangsari ini Lely mendapatkan solusi untuk tetap mempunyai penghasilan selagi menunggu tanaman utama (papaya) panen yang waktu panennya cukup lama.

Dengan melakukan budidaya cabe rawit teknik tumpangsari ini, dalam masa tunggu hasil panen budidaya papaya yang waktunya kurang lebih 7 bulan Lely dapat memperoleh penghasilan dari hasil budidaya cabe rawit. Karena budidaya cabe rawit masa panennya lebih cepat.

Saat-saat ini, hasil budidaya Pepaya California dan tumpangsari cabe rawit yang dilakukan Lely dilahan seluas 5000 telah memberikan pendapatan yang optimal, setidaknya setiap bulan ia dapat mengantongi penghasilan tak kurang dari Rp20 juta per bulan. Mengasikkan bukan.

Kenapa Lely memilih menanam buah Pepaya California sebagai bidang usaha pertaniannya ? Sebab pertama buah papaya sangat mudah tumbuh di daerah manapun, mudah merawatnya dan dapat berbuah sepanjang musim, mau musim hujan atau musim kemarau pepaya tetap berbuah.

Dan jangan salah harga papaya terutama California relative stabil, yaitu berada di kisaran harga Rp 2000 sampai Rp3000 per kg.

Mengapa teknik budidaya tumpangsarinya dilakukan dengan budidaya cabe rawit? Karena cabe rawit relative mudah menanamnya, siklus hidupnya bisa tahunan yaitu antara 2 sampai 3 tahun. Cabe Rawit tetep bisa berproduksi meski mendapatkan sinar Matahari cuma 50 % saja.

Lely menanam cabe rawit di bawah pohon Pepaya, yang penyinaran Matahari maksimal 50% saja. Selain itu Cabe Rawit lebih tahan penyakit di bandingkan dengan jenis tanaman budidaya lainnya, dan harganya lumayan bikin kantong terasa pedas juga.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *