Pengertian Dasar Tentang Investasi

Berita, Investasi, Tips386 Dilihat
banner 468x60

Kondisi keuangan yang tidak menentu mempengaruhi kemampuan ekonomi masyarakat dan umumnya terjadi penurunan kemampuan akibat penurunan nilai uang. Mengapa demikian, hal ini terjadi karena pertumbuhan penghasilan lebih lambat dibandingkan inflasi yang terjadi. Kenaikan harga-harga kebutuhan sehari-hari lebih cepat dibandingkan dengan kenaikan penghasilan masyarakat pada umumnya.

Bagaimana cara menghadapinya? Untuk itu kita harus sebijak mungkin dalam mengelola keuangan. Besar atau kecilnya penghasilan tidak selalu menentukan kemapanan finansial seseorang, namun cara pengelolaan keuangan yang umumnya lebih menentukan, karena semakin besar penghasilan seseorang umumnya gaya hidupnya sering kali meningkat sehingga pengeluaran juga akan meningkat.

banner 336x280

Banyak orang yang memiliki penghasilan besar tetapi tidak memiliki alokasi keuangan yang disisihkan untuk tabungan ataupun investasi sehingga sering menghadapi kesulitan keuangan dalam kondisi-kondisi tertentu. Keluhan yang sering dikemukakan saat ini khususnya orang tua adalah biaya pendidikan yang mahal khususnya di kota-kota besar sehingga terkadang tidak mampu memenuhi kebutuhan pendidikan anak yang terbaik akibat penghasilan yang tidak dikelola dengan baik.

Bagaimana menyiasati pengelolaan keuangan agar keuangan di masa depan lebih baik? Investasi merupakan salah satu jawaban yang harus dilakukan sedini mungkin untuk menata keuangan dalam merencanakan masa depan yang lebih baik. Secara umum ada beberapa instrumen investasi yang dilakukan antara lain:

1. Tunai. Bentuk investasi ini umumnya ditempatkan dalam bentuk tabungan maupun deposito di perbankan. Return atau imbal hasil yang diperoleh dari investasi ini juga tidak terlalu besar yaitu saat ini berkisar 7-8% per tahun.

Investasi ini merupakan investasi paling aman karena risikonya sangat kecil dan paling likuid atau dapat dicairkan kapan saja. Investasi ini cocok digunakan untuk investasi jangka pendek.

2. Pendapatan tetap. Jenis investasi pendapatan tetap umumnya ditempatkan dalam bentuk surat utang maupun obligasi. Return atau imbal hasil yang dihasilkan umumnya lebih besar dibandingkan dalam bentuk deposito yaitu sekitar 10% per tahun. Imbal hasil ini umumnya   dengan kupon yang umumnya dibayarkan bulanan atau tahunan.

Resiko yang diperoleh umumnya moderat karena dipengaruhi kondisi penerbit surat hutang. Obligasi atau surat utang tidak selikuid deposito karena tidak dapat dicairkan setiap saat kecuali di pasar sekunder. Jenis investasi ini cocok untuk investasi jangka menengah.

3. Saham. Saham adalah bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan. Pemilik saham berarti juga pemilik perusahaan tetapi tergantung seberapa besar porsi kepemilikannya tergantung persentase besar sahamnya. Dalam hal ini investasi yang dimaksudkan adalah investasi saham atas perusahaan yang terdaftar di pasar modal. Untuk Indonesia disebut Bursa Efek Indonesia.

Perkembangan teknologi saat ini mempermudah masyarakat untuk berinvestasi dalam bentuk saham, karena transaksinya dapat digunakan secara online dimana saja. Jenis investasi ini memiliki resiko yang tinggi disebabkan banyaknya faktor yang mempengaruhi naik turunnya nilai saham yang diperdagangkan. Tetapi seperti kata pepatah high risk high return berlaku disini.

Jenis investasi ini dapat memberikan keuntungan yang tinggi dalam waktu singkat tetapi juga dapat memberikan kerugian dalam waktu singkat juga. Namun umumnya memberikan keuntungan yang besar dalam jangka panjang.

4. Aset fisik. Jenis investasi ini berupa barang-barang yang secara fisik dimiliki misalnya emas, berlian maupun properti. Return atau imbal hasil dari investasi ini bervariasi tergantung jenisnya. Misalnya beberapa tahun yang lalu properti merupakan investasi yang memberikan imbal hasil yang besar. Keterbatasan lahan khususnya di kota besar menyebabkan harga properti meroket.

Namun investasi ini tidak likuid karena untuk menjual properti diperlukan waktu yang relatif lama. Untuk emas atau logam mulia lainnya umumnya lebih likuid khususnya emas dan return yang diperoleh fluktuatif tergantung pasar global.

Jadi investasi apa yang paling tepat? Umumnya semua investasi pasti memberikan keuntungan namun perlu dipahami lebih mendalam tetang investasi apa yang sesuai dengan kemampuan kita dalam menerima resiko dan kapan kita mengharapkan hasilnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *